This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 April 2015

Metode Penelitian

              Haloooo... kali ini saya akan membahas tentang metode penelitian. Sebelum membahas
metode penelitian, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian penelitian. Penelitian  itu adalah suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta.
         Berdasarkan dari sumber yang saya dapat metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah. Tujuan rancangan penelitian adalah melalui penggunaan metode penelitian yang tepat, dirancang kegiatan yang dapat memberikan jawaban yang teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian. Penelitian dibagi 3, yaitu :

1.    Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Ada beberapa metode penelitian yang dapat dimasukan ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat noneksperimental, yaitu :
•         Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau, misalnya : berapa lama anak-anak usia pra sekolah menghabiskan waktunya untuk nonton TV. Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Penelitian demikian disebut penelitian perkembangan (developmental studies). Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.

•         Penelitian survey
Survey digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu tertentu. Ada 3 karakter utama dari survey :
1)         informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan
beberapa aspek atau karakteristik tertentu seperti : kemampuan, sikap, kepercayaan, pengetahuan dari populasi
2)         informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan (umumnya tertulis walaupun bisa juga lisan) dari suatu populasi
3)         informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Tujuan utama dari survai adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi.

•         Penelitian Ekspos Facto
Penelitian ekspos fakto (expost facto research) meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi, misalnya penelitian tentang pemberian gizi yang cukup pada waktu hamil menyebabkan bayi sehat.

•         Penelitian Komparatif
Penelitian diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih dari dua kelompok ada perbedaan dalam aspek atau variabel yang diteliti. Dalam Penelitian ini pun tidak ada pengontrolan variabel, maupun manipulasi/perlakuan dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alamiah, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang bersifat mengukur. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan diantara variabel-variabel yang diteliti.

•         Penelitian korelasional
Penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Misalnya : Penelitian tentang korelasi yang tinggi antara tinggi badan dan berat badan, tidak berarti badan yang tinggi menyebabkan atau mengakibatkan badan yang berat, tetapi antara keduanya ada hubungan kesejajaran. Bisa juga terjadi yang sebaliknya yaitu ketidaksejajaran (korelasi negatiif), badannya tinggi tapi timbangannya rendah (ringan).

•         Penelitian tindakan
Penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun perbaikan hasil kegiatan. Misalnya : Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam kelas, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap manajemen di sekolahnya.

•         Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan (research and development), merupakan metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk (Borg,W.R & Gall,M.D.2001). Metode ini banyak digunakan di dunia industri. Industri banyak menyediakan dana untuk penelitian mengevaluasi dan menyempurnakan produk-produk lama, dan atau mengembangkan produk baru. Dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan dapat digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, insttrumen evaluasi, model-model kurikulum, pembelajaran, evaluasi, bimbingan, managgemen, pengawasan, pembinaan staff, dll.


2.    Penelitian Kuantitatif Eksperimental
Penelitian Eksperimental merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Penelitian Eksperimental merupakan penelitian labolatorium, walaupun bisa juga dilakukan diluar labolatorium, tetapi pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian labolatorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jalanya eksperimen. Metode ini bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lain. Variabel yang memberi pengaruh dikelompokan sebagai variabel bebas (independent variables) dan variabel yang dipengaruhi dikelompokan sebagai variabel terikat (dependent variables). Ada beberapa variasi dari penelitian eksperimental, yaitu :
•         Eksperimen murni
Eksperimen murni (true experimental) sesuai dengan namanya merupakan metode eksperimen yang paling mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen. Prosedur dan syarat-syarat tersebut, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kelompok control, pemberian perlakuan atau manipulasi kegiatan serta pengujian hasil. Dalam eksperimen murni, kecuali variabel independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen, semua variabel dikontrol atau disamakan karakteristiknya.

•         Eksperimen semu
Metode eksperimen semu (qusi experimental) pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya adalah dalam pengontrolan variabel. Pengontrolannya hanya dilakukan terhadap satu variabel saja, yaitu variabel yang dipandang paling dominan.

•         Eksperimen Lemah
Eksperimen lemah (weak experimental) merupakan metode penelitian eksperimen yang desain dan perlakuannya seperti eksperimen tetapi tidak ada pengontrolan variabel sama sekali. Sesuai dengan namanya, eksperimen ini sangat lemah kadar validitasnya, oleh karena itu tidak digunakan untuk penelitian tesis dan disertasi juga skipsi sebenarnya.

•         Eksperimen subjek Tunggal
Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental), merupakan eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal.Dalam pelaksanaan eksperimen subjek tunggal, variasi bentuk eksperimen murni, kuasi atau lemah berlaku.


3.    Penelitian Kualitatif
      Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama, menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan kedua menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori.

      Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, kualitatif interaktif dan non interaktif. Metode kualitatif interaktif, merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya.
•         Studi Etnografik
Studi etnografik (ethnographic studies) mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya, kelompok social atau sistem. Proses penelitian etnografik dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, berbentuk observasi dan wawancara secara alamiah dengan para partisipan, dalam berbagai bentuk kesempatan kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda (artifak).

•         Studi Historis
Studi Historis (historical studies) meneliti peristiwa-peristiwa yang telah berlalu. Peristiwa-peristiwa sejarah direka-ulang dengan menggunakan sumber data primer berupa kesaksian dari pelaku sejarah yang masih ada, kesaksian tak sengaja yang tidak dimaksudkan untuk disimpan, sebagai catatan atau rekaman, seperti peninggalan-peninggalan sejarah, dan kesaksian sengaja berupacatatan dan dokumen-dokumen.

•         Studi Fenomenologis
Fenomenologis mempunyai dua makna, sebagai filsafat sain dan sebagai metode pencarian (penelitian). Studi fenomenologis (phenomenological studies) mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan.Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomenologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.

•         Studi Kasus
Studi kasus (case study) merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan sistem”. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu. Studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.

•         Teori Dasar
Penelitian teori dasar atau sering juga disebut penelitian dasar atau teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau minimal menguatan terhadap suatu teori.

•         Studi Kritis
Dalam penelitian kritis, peneliti melakukan analitis naratif, penelitian tindakan, etnografi kritis, dan penelitian feminisme. Penelitian mereka diawali dengan mengekspos masalah masalah manipulasi, kesenjangan dan penindasan sosial.

•         Penelitian non interaktif
Penelitian non interaktif (non interactive inquiry) disebut juga penelitian analitis, mengadakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sintesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diamati.

Daftar Pustaka:
  1. https://karobby.wordpress.com/2012/05/12/konsep-dan-macam-macam-metode-penelitian/
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Riset
  3. http://agussulaiman91.blogspot.com/search/label/Bahasa%20Indonesia%202

Sumber gambar:
google


Selasa, 07 April 2015

Karya Ilmiah, Karya Semi-Ilmiah dan Karya Non Ilmiah

Berdasarkan penjelasan maka saya akan memposting segala sesuatu yang berhubungan dengan karangan / karya. Sebelumnya membahas macam-macam karangan / karya, alangkah baiknya kita mengetahui pengertiannya. Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Pada postingan pertama ini saya akan membahas tentang macam-macam karangan / karya yang dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
 
1.     Karya Ilmiah
Menurut sumber yang saya dapatkan karya ilmiah adalah suatu karya tulis atau karangan yang ditulis berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.

Ciri-ciri karya ilmiah :
  •  Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (factual objektif). Artinya sesuai dengan objek yang diteliti.
  • Bersifat metodis dan sistematis
  • Menggunakan ragam bahasa ilmiahyang baku dan formal, bahasanya bersifat lugas agar tidak menimbulkan penafsitan dan makna ganda.
Menurut penggunaannya di bagi menjadi 2 :

1.   Karya Ilmiah Pendidikan, digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan, karya ilmiah terdiri dari :
a)    Paper ( Karya Tulis)
b)    Pra Skripsi
c)    Skripsi
d)    Thesis
e)    Desrtasi
2.      Karya Ilmiah Penelitian terdiri dari :
a)    Makalah seminar
b)    Laporan hasil penelitian
c)    Jurnal Penelitian

2.    Karya Semi-Ilmiah
Karangan Semi-Ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannya-pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misalnya dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Ciri – ciri Karangan Semi-Ilmiah :
  •           Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari  keuntungan dan sedikit informasi.
  •           Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  •           Deskriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
  •           Kritik tanpa dukungan bukti.
  •           Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  •           Fakta yang disimpulkan subyektif
  •           Gaya bahasa formal dan popular
  •           Mementingkan diri penulis
3.     Karya Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Perbedaan Karya tulis non ilmiah dan karya tulis ilmiah:
Sifat karya non ilmiah :
  • Emotif, lebih merupakan refleksi dari sebuah perasaan yang terkadang melampui kebenaran,
  • Persuasif, yaitu bersifat mempengaruhi pikiran pembaca,
  • Deskriptif subjektif, dalam arti tidak didukung oleh data dan fakta, dan over claiming.
Macam-macam Karya Non Ilmiah :
  •           Cerpen. Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
  •           Dongeng. Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral.
  •           Roman. Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukisnya perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
  •           Novel. Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita.
  •           Drama. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.
  •  
Daftar Pustaka :
  1. http://fajar-alvian.blogspot.com/2013/10/karya-ilmiah-non-ilmiah-dan-semi-ilmiah.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan
  3. http://agussulaiman91.blogspot.com/
  4. http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html
Sumber gambar :
google

Senin, 30 Maret 2015

Penalaran Induktif

Halooo... kali ini saya akan membahas tentang penalaran induktif. Alangkah baiknya kita menyegarkan ingatan kita kembali akan pengertian penalaran. Penalaran adalah suatu proses akal / pikiran kita dalam berpikir untuk menarik sebuah atau beberapa kesimpulan yang berupa fakta serta pengetahuan. 

Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan yang bertolak dari  pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus daripada pernyataan (premis).
 Penalaran induktif (prosesnya disebut induksi) merupakan proses penalaran untuk menarik suatu prinsip atau sikap yang berlaku untuk umum maupun suatu kesimpulan yang  bersifat umum berdasarkan atas fakta-fakta khusus. Keuntungan Menggunakan Penalaran Induktif:
  1. Pernyataan yang bersifat umum ini bersifat ekonomis
  2. Dari pernyataan yang bersifat umum dimungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara induktif maupun deduktif.
Jenis-Jenis Penalaran Induktif

A. Generalisasi

Generalisasi adalah pernalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Dari beberapa gejala dan data, kita ragu-ragu mengatakan bahwa “Lulusan sekolah A pintar-pintar.” Hal ini dapat kita simpulkan setelah beberapa data sebagai pernyataan memberikan gambaran seperti itu. 
 Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai. 
Jika dipanaskan, tembaga memuai. 
Jika dipanaskan, emas memuai. 
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.

Benar atau tidaknya simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal-hal yang berikut.
  1. Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan, makin benar simpulan yang diperoleh.
  2. Data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang benar.
  3. Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunayai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

B. Analogi

Analogi adalah cara penarikan pernalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
24
 Contoh:
 Nina adalah lulusan akademi A.  Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.  Ali adalah lulusan akademi A. Oleh sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Tujuan pernalaran dengan analogi adalah sebagai berikut.
  1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan. 
  2. Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan. 
  3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.
C. Hubungan Kasual

Hubungan kausal adalah pernalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling  berhubungan. Misalnya,  tombol ditekan,akibatnya bel berbunyi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalan becek. Ia kena penyakit kanker darah dan meninggal dunia. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagai berikut:
  • Sebab Akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Di samping itu, hubungan ini dapat pula  berpola A menyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang dianggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kasual ini, diperlukan kemampuan penalaran sesorang untuk mendapatkan kesimpulan penalaran. Hal ini akan terlihat pada suatu  penyebab yang tidak jelas terhadap sebuah akibat yang nyata. Kalau kita melihat sebiji buah mangga jatuh dari batangnya, kita akan memperkirakan beberapa kemungkinan  penyebabnya. Mungkin mangga itu ditimpa hujan, mungkin dihempas angin, dan mungkin pula dilempari oleh anak-anak. Pastilah salah satu kemungkinan itu yang menjadi penyebabnya. 
Andaikata angin tiba-tiba bertiup (A), dan hujan yang tiba-tiba turun (B), ternyata tidak sebuah mangga pun yang jatuh (E), tentu kita dapat menyimpulkan bahwa jatuhnya  buah mangga itu disebabkan oleh lemparan anak-anak (C). 
Pola seperti itu dapat kita lihat pada rancangan berikut.

Angin hujan lemparan mangga jatuh.
(A)       (B)       (C)              (D)
 Angin, hujan mangga tidak jatuh
 (A)         (B)            (D)
 Oleh sebab itu, lemparan anak menyebabkan mangga jatuh.
                                (C)                                           (E)
Pola-pola seperti itu sesuai pula dengan metode agreement  yang berbunyi sebagai  berikut. Jika dua kasus atau lebih dalam satu gejala mempunyai satu dan hanya satu kondisi yang dapat mengakibatkan sesuatu, kondisi itu dapat diterima sebagai penyebab sesuatu tersebut.
 Teh, gula, garam menyebabkan kedatangan semut.
(P)     (Q)     (R)                                     (Y)
 Gula, lada, bawang menyebabkan kedatangan semut.
(Q)       (S)     (U)                                   (Y)
 Jadi, gula menyebabkan kedatangan semut.
          (Q)                                     (Y)

  • Akibat-Sebab
Akibat-sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter.Ke dokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab, jadi mirip dengan entimen.Akan tetapi, dalam pernalaran jenis akibat-sebab ini, peristiwa sebab merupakan simpulan.

  • Akibat-Akibat
Akibat-akibat adalah suatu pernalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat” yang lain. Contohnya adalah sebagai berikut. Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek. Ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu  penyebabnya tidak ditampilkan, yaitu hari hujan. Pola itu dapat dilihat seperti berikut ini.

Hujan menyebabkan tanah becek.
 (A)                                 (B)
Hujan menyebabkan kain jemuran basah.
 (A)                                      (C)
Dalam proses pernalaran “akibat-akibat”, peristiwa tanah becek (B) merupakan
data, dan peristiwa kain jemuran basah (C) merupakan simpulan.
 Jadi, karena tanah becek, pasti kain jemuran basah.
                           (B)                          (C)

DAFTAR PUSTAKA
  1. Arifin, Zaenal dan Amran Tasai.2004.Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
  2. Lestari, Rakhmawati. 2013.Penalaran dan Definisi.
  3. https://tarirl.wordpress.com/2013/05/16/definisi-dan-penalaran/
  4. Ibid.

Senin, 23 Maret 2015

Penalaran Deduktif

Kali ini saya akan membahas tentang macam-macam penalaran. Sebelum membahas tentang macam-macam penalaran, alangkah baiknya apabila kita kembali akan pengertian penalaran. Penalaran adalah suatu proses akal / pikiran kita dalam berpikir untuk menarik sebuah atau beberapa kesimpulan yang berupa fakta serta pengetahuan. Pernalaran deduktif  bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum.Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum dari pada proposisi tempat menarik kesimpulan itu disebut premis.
Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat  pula dilakukan secara tak langsung.

Menarik Simpulan secara Langsung
Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis disebut tak langsung. Misalnya:

1. Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)
Contoh:
Semua ikan berdarah dingin.(premis)
Sebagian yang berdarah dingin adalah ikan.(simpulan)

2.Tidak satu pun S adalah P. (premis)
Tidak satu pun P adalah S. (simpulan)
 Contoh:
Tidak seekor nyamuk pun adalah lalat . (premis)
Tidak seekor lalat pun adalah nyamuk . (simpulan)

3.Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)
Contoh:
Semua rudal adalahsenjata berbahaya. (premis)
Tidak satu pun rudal adalah senjata tidak berbahaya.(simpulan)

 4.Tidak satu pun S adalah P. (premis)
 Semua S adalah tak-P. (simpulan)
Contoh:
Tidak seekor pun harimau adalah singa.(premis)
Semua harimau adalah bukan singa.(simpulan)

 5.Semua S adalah P. (premis)
 Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)
Tidak satu pun tak-P adalah S. (simpulan)
 Contoh:
Semua gajah adalah berbelalai.(premis)
 Tidak satu pun gajah adalah tak berbelalai.(simpulan)
 Tidak satu pun yang tak berbelalai adalah gajah.(simpulan)

Menarik Simpulan secara Tidak Langsung
Penalaran deduksi yang berupa penarikan simpulan secara tidak langsung memerlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkan sebuah simpulan. Premis yang  pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang  bersifat khusus.
Untuk menarik simpulan secara tidak langsung ini, kita memerlukan suatu premis (pernyataan dasar) yang bersifat pengetahuan yang semua orang sudah tahu, umpamanya setiap manusia akan mati, semua ikan berdarah dingin, semua sarjana adalah lulusan  perguruan tinggi, atau semua pohon kelapa berakar serabut.Beberapa jenis pernalaran deduksi dengan penarikan secara tidak langsung sebagai  berikut.

  • Silogisme Kategorial

Yang dimaksud dengan silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang  bersifat umum disebut premis mayor dan premis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.
 Contoh:
Semua manusia bijaksana(premis mayor)
Semua polisi adalah manusia(premis minor)
 Jadi, semua polisi bijaksana
        term minor term mayor
Untuk menghasilkan simpulan harus ada term penengah sebagai penghubung antara  premis mayor dan premis minor. Term penengah pada silogisme di atas ialah manusia. Term penengah hanya terdapat pada premis, tidak terdapat pada simpulan. Kalau term  penengah tidak ada, simpulan tidak dapat diambil.
Contoh:
Semua manusia tidak bijaksana.
Semua kera bukan manusia.
Jadi, (tidak ada simpulan).
Aturan umum silogisme kategorial adalah sebagai berikut:

1.Silogisme harus terdiri atas tiga term, yaitu term mayor, term minor, dan term  penengah. Contoh:
Semua atlet harus giat berlatih.
Dimas adalah seorang atlet.
Dimas harus giat berlatih.
Term mayor:Dimas.
 Term minor:harus giat berlatih.
Term menengah:atlet.
Jika lebih dari tiga term, simpulan akan menjadi salah.
 Contoh:
Gambar itu menempel di dinding.
 Dinding itu menempel di tiang.
Dalam premis ini terdapat empat term yaitu gambar, menempel di dinding, dinding, dan menempel di tiang.
Oleh sebab itu, di sini tidak dapat ditarik kesimpulan.

2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi, yaitu premis mayor, premis minor, dan simpulan.

3.Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
Contoh:
Semua semut bukan ulat.
Tidak seekor ulat pun adalah manusia.

4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
 Contoh:
Tidak seekor gajah pun adalah singa.
Semua gajah berbelalai.
 Jadi, tidak seekor singapun berbelalai.

5.Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.

6.Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
 Contoh:
Sebagian orang jujur adalah petani.
Sebagian pegawai negeri adalah orang jujur
. Jadi, . . . (tidak ada simpulan)

7.Bila salah satu premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
 Contoh:
Sebagian mahasiswa adalah lulusan SLTA.
Sebagian pemuda adalah mahasiswa.  Jadi, sebagian pemuda adalah lulusan SLTA.

8.Dari premis mayor yang khusus dan premis minor yang negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
 Contoh:
 Beberapa manusia adalah bijaksana. Tidak seekor bintang pun adalah manusia.
Jadi, . . . (tidak ada simpulan)

  • Silogisme Hipotesis

 Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.
 Jika premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Kalau premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
 Contoh:
 Jika besi dipanaskan, besi akan memuai. 
Besi dipanaskan. 
Jadi, besi memuai. 
Jika besi tidak dipanaskan, besi tidak akan memuai.
 Besi tidak dipanaskan. 
Jadi, besi tidak akan memjai.

  •  Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme nyang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
 Contoh:
 Dia adalah seorang kiai atau professor. 
Dia seorang kiai. 
Jadi, dia bukan seorang professor. 
Dia adalah seorang kiai atau professor. 
Dia bukan seorang kiai.
 Jadi, dia seorang professor.

  • Entimen

Sebenarnya silogisme ini jarang ditemukan dal;am kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Akan tetapi, ada bentuk silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum. Yang belum dikemukakakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
Semua sarjana adalah orang cerdas. 
Ali adalah seorang sarjana.
  Jadi, Ali adalah orang cerdas.
Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu “Ali adalah orang cerdas karena dia  seorang sarjana”. Beberapa contoh entimen:
 Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
Dengan demikian, silogisme dapat dijadikan entinem. Sebaliknya, sebuah entimen dapat diubah menjadi silogisme.


DAFTAR PUSTAKA
  1. Arifin, Zaenal dan Amran Tasai.2004.Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
  2. Lestari, Rakhmawati. 2013.Penalaran dan Definisi.
  3. https://tarirl.wordpress.com/2013/05/16/definisi-dan-penalaran/
  4.  Ibid.


Minggu, 15 Maret 2015

Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Di sinilah letaknya kerja penalaran. Orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum  jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi.
 Menurut sumber lain menyebutkan, penalaran adalah proses berpikir yang  bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk  proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Definisi Penalaran Menurut Para Ahli
  •  Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk, yang menuju kepada suatu kesimpulan.
  • Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa penalaran atau reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
  • Suria Sumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa  pengetahuan.

Ciri-ciri Penalaran
  1.   Dilakukan dengan sadar.
  2.   Didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui.
  3.   Sistematis.
  4.   Terarah, bertujuan.
  5.   Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru.
  6.   Sadar tujuan.
  7.   Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh.
  8.   Pola pemikiran tertentu.
  9.   Sifat empiris rasional.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Arifin, Zaenal dan Amran Tasai.2004.Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Akademika Pressindo.
  2. Lestari, Rakhmawati. 2013.Penalaran dan Definisi.
  3. http://tarirl.wordpress.com/2013/05/16/ definisi-dan-penalaran/. 20 April 2014, 07.45.
  4. Ibid.
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran.